Selamat Datang di Website Resmi Yayasan Baitul Ummah Madani

APA KABAR SYAHADATKU?

Aku bersaksi bahwa tiada Illah selain Alloh, dan Muhammad adalah utusan Alloh.

Bersaksi, tentunya yang bersaksi adalah seorang saksi, seorang saksi tentunya adalah orang yang menyaksikan dan mengakui, dan mengerjakan kebenaran, makanya kita bersaksi.

Artinya ketika kita bersyahadat, kita mengakui ke
Illahan Alloh dan keRosulan Muhammad, karena itulah kebenaran yang hakiki, dan sudah seharusnya kita tanpa ba – bi – bu mengerjakan segala perintah dan keinginan Illah yang kita akui tanpa kecuali, sesuai dengan contoh Rosul yang kita akui pula, dan kita mengakuinya karena itulah kebenaran mutlak yang bersemayam di alam semesta ini, dan diri kita adalah miniatur sistem dari alam semesta, sehingga pastilah pula kebenaran mutlak tadi bersemayam dalam diri kita. Sudahkah kita seperti itu ? Apabila belum, mungkin kita harus dengan sangat nyaring dan lantang mempertanyakan kembali kebersyahadatan kita ( maksud saya pertanyaan nyaring dan lantang tersebut adalah untuk diri saya sendiri, bukan untuk teman – teman yang pastinya sangat lebih baik keberadaannya dibanding saya ).

Karena menurut hemat saya, bagaimana mungkin segala ibadah dalam semua sendi kehidupan kita dapat kita jiwai, dapat kita pertanggung jawabkan, dapat kita laksanakan dengan baik dan benar, dapat bernilai di sisi – Nya, apabila ternyata mutu atau nilai kebersyahadatan kita sangat jauh dari apa yang seharusnya. Apabila Islam adalah sebuah bangunan, maka sholat adalah menjadi tiangnya, dan syahadat akan menjadi pintu masuk dari bangunan agama tersebut, dan segala amal kebaikan yang kita lakukan adalah sebagai isinya.

Oleh karenanya, Islam akan menjadi sebuah bangunan yang indah, menyenangkan, tenang, damai, syurga untuk kehidupan dunia dan akhirat kita, apabila kita membangunnya sesuai dengan perintah – Nya dan sesuai dengan contoh dari arsitek kehidupan kita, Rosululloh Muhammad Saw.